- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Kisah Inspiratif : Wanita Ini Hancur Saat Didiagnosis HIV, Fakta Ini Terkuak 12 Tahun Kemudian
Potret Berita – Dilansir dari salah satu media Nextshark, Suthida Saengsumat didiagnosis HIV positif pada usianya yang masih muda yaitu ketika Ia berumur 8 tahun.
Di diagnosis penyakit mematikan mungkin dapat membuat hidup seseorang hancur. Apalagi penyakit tersebut belum ada obatnya, semangat untuk berjuang hidup pun menurun.
Hal yang sama terjadi pada wanita berusia 20 tahun asal Thailand yang bernama Suthida Saengsumat.
Dilansir dari salah satu media Nextshark, Suthida Saengsumat didiagnosis HIV positif pada usianya yang masih muda yaitu ketika Ia berumur 8 tahun.
Saat Ia kecil, Saengsumat mengungkapkan bahwa anak-anak dari SD-nya menolaknya karena vonis yang Ia dapatkan.
Saengsumat melakukan tes HIV 12 tahun yang lalu, setelah sekolahnya memintanya untuk melakukan tes tersebut. Guru-guru disekolahnya merasa Ia harus dites karena ayahnya baru saja meninggal karena penyakit HIV dan ibunya memiliki alergi yang sangat serius.
Saengsumat didiagnosis HIV positif pada pemeriksaan yang pertama kali. Walau tidak diberikan tes kedua untuk memverifikasi, Saengsumat langsung diberikan obat-obatan antriretroviral harian.
Penderitaan Saengsumat bertambah, Ia akhirnya keluar dari sekolah karena tidak tahan menerima perlakuan diskriminatif dari guru dan semua temanya.
Tidak lama setelah berhenti sekolah, Saengsumat menikah. Pada usia 15 tahun, Saengsumat dinyatakan hamil dan melahirkan anak pertamanya meski telah menggunakan alat kontrasepsi.
Ketika Ia menguji, apakah bayinya juga terkena HIV. Hasilnya adalah negatif. Ia kemudian menguji dirinya sendiri dan Ia terkejut ketika melihat hasilnya. Hasil uji HIV ini mengungkapkan bahwa Ia tidak memiliki penyakit tersebut.
Saengsumat kemudian memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat antriretroviral. Untuk meyakinkan dirinya sendiri tentang kondisi kesehatannya, Saengsumat mengulangi kembali tes HIV.
Hasilnya. Negatif.
“Mulai sekarang, jangan malu atau bersembunyi dari yang lain lagi karena aku tidak menderita AIDS,” ungkapnya.
Namun merasa saah di diagnosis selama 12 tahun, Saengsumat mengajukan tuntutan kepada Kementrian Kesehatan Masyarakat Thailand. Saengsumat yang merasa masa kecilnya hancur karena salah diagnosis. Saat ini mencari kompensasi dari agensi pemerintahan.
